Bagaimanakah Proses Pembayaran Dividen? Berikut Penjelasannya

Bagi investor yang ingin menanamkan sahamnya pada perusahaan tertentu pasti memikirkan mengenai deviden. Secara umum dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemilik saham sesuai dengan jumlah saham yang mereka miliki.

Menurut Baridwan, pengertian dividen adalah bagian dari laba yang dibagikan kepada para pemegang saham yang besarnya sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut.

Besar dividen yang didapatkan pemegang saham bisa mengalami perubahan dari tahun sebelum, sesuai dengan besar laba di tahun berikutnya.

Besaran keuntungan perusahaan yang menjadi dividen ini ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam melakukan pembayaran dividen, biasanya perusahaan memiliki beberapa hal sebagai acuan.

Yang pertama adalah besar atau kecilnya pembayaran dividen. Hal ini diputuskan bersama oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dividen tidak semata–semata bisa di berikan kepada para pemegang saham.

Jika ingin mendapatan dividen, para penanam modal harus memegang saham dalam waktu yang relatif lama yaitu, hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Proses Pembayaran Dividen

Pembayaran dividen dapat dilakukan oleh perusahaan sendiri atau melalui pihak lain, Misalnya, bank. Dan untuk pengumuman emiten untuk dividen yang segera dibayarkan kepada pemegang saham yang disebut juga dengan tanggal pengumuman dividen.

Rincian tanggal yang diperhatikan dalam pembayaran dividen. Terdapat beberapa tanggal penting dan prosedur dalam pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham :

  1. Declaratin Date (Tanggal Deklarasi).
  2. Holder of Record Date (Tanggal Pencatatan).
  3. Cum-Dividend.
  4. Ex-Dividend Date (Tanggap pemisahan dividen).
  5. Payment Date (Tanggal Pembayaran).
  • Tanggal Pengumuman (declaration date)

Tanggal pengumuman merupakan tanggal yang mana secara resmi diumumkan oleh emiten tentang bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan.

Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Isi pengumuman tersebut menyampaikan hal-hal yang dianggap penting yakni, tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, besarnya dividen kas per lembar.

  • Tanggal Pencatatan

Tanggal pencatatan (date of record) adalah tanggal dimana perusahaan melakukan pencatatan nama para pemegang saham.

Pemegang saham yang terdaftar diberikan hak sedangkan pemegang saham yang tidak terdaftar tidak diberikan hak untuk mendapatkan dividen. Dengan tanggal ini perusahaan melakukan pencatatan nama-nama dari pemegang saham sebagai data.

Pemilik saham yang terdaftar pada daftar pemegang saham akan diberikan hak, sedangkan pemegang saham yang tidak masuk dalam daftar yang tercatat, pada tanggal pencatatan, maka tidak mendapatkan dividen.

  • Tanggal Cum-Dividend

Tanggal cum-dividend adalah tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik dividen tunai maupun dividen saham.

  • Tanggal Ex-Dividen

Tanggal ex-dividend adalah tanggal dimana investor terputus untuk menerima dividen. Jika investor membeli saham pada tanggal ex-dividend, investor tersebut tidak akan menerima dividen.

Tanggal ini adalah dua hari kerja sebelum tanggal pencatatan. Tanggal ex-dividend penting karena pemegang saham baru tidak akan menerima dividen.

Misalnya, pada tanggal ex-dividend saham kemungkinan besar diperdagangkan dengan harga lebih rendah, karena harga saham disesuaikan dengan dividen yang tidak dapat diterima oleh pemegang baru.

  • Tanggal Pembayaran (payment date)

Tanggal ini merupakan saat pembayaran dividen oleh perusahaan kepada para pemegang saham yang telah mempunyai hak atas dividen.

Jadi pada tanggal tersebut, para investor sudah dapat mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang telah diumumkan oleh emiten (dividen tunai, dividen saham).

3 komponen data dalam dividen saham :

  1. Laba bersih perusahaan (EPS)
  2. Deviden Payout Ratio (DPR)
  3. Jumlah saham beredar (untuk perusahaan yang bukan go public)

Setelah laba bersih perusahaan diketahui, maka perusahaan akan menentukan berapa persen Dividen Payout Ratio (DPR) yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Besaran DPR ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

Setelah kedua hal tersebut diketahui, maka dapat dilakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah dividen yang akan dibagikan, dengan rumus berikut ini

Sebuah perusahaan memiliki 20.000.000 lembar saham mencetak keuntungan bersih sebesar Rp. 1.600.000.000. Kebijakan pembagian deviden perusahaam (DPR) adalah 40% dari laba bersih dibagikan sebagai deviden. Jadi penhitungan dividen perusahaan adalah sebagai berikut:

Deviden = Laba bersih x DPR = Rp. 1.600.000.000 x 40% = Rp. 640.000.000
Deviden per saham = Deviden/saham beredar = Rp. 640.000.000 / 20.000.000 = Rp. 32 per lembar saham.

Semakin banyak saham yang dimiliki oleh pemegang saham, maka akan semakin besar pula dividen yang akan mereka dapatkan.

Jenis-jenis Dividen

Dividen yang dibagikan perusahaan bisa tetap dan bisa mengalami perubahan dari dividen yang dibagikan sebelumnya. Ada berbagai macam dividen yang dapat dibayarkan kepada para pemegang saham.

Hal ini sangat bergantung pada kemampuan dan posisi perusahaan tersebut. Baridwan juga menyebutkan ada beberapa jenis dividen antara lain:

  • Dividen Tunai

Dividen Tunai atau Cash dividend ialah dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Paling umum pembayaran dividen tunai bisa dilakukan tahunan atau per setengah tahun sekali. Dividen tunai bisa dilakukan pembayarannya melalui transfer atau kertas cek.

Prosedur pembayaran dividen tunai ini dilakukan melalui beberapa step diantaranya ialah Declaratin Date, Holder of Record Date, Cum-Dividend, Ex-Dividend Date dan Payment Date.

Declaration date merupakan tanggal pengumuman kapan dilakukan pembagian dividen tunai. Holder of Record Date ialah tanggal dimana perusahaan melakukan tutup buku atas pencatatan pemindah tangan saham.

Para pemegang saham yang menerima dividen tunai akan dicatat namanya pada tanggal tersebut.

Selanjutnya Cum-Dividend ialah hari terakhir bagi investor untuk melakukan perdagangan saham yang memiliki hak untuk memperoleh dividen. Jika ada investor membeli saham pada saat cum date maka ia juga berhak menerima dividen tunai dari perusahaan.

Ex-Dividend Date ialah tanggal pemisahan dividen dari sahamnya. Jika ada investor yang membeli saham pada tanggal ini atau setelahnya maka tidak berhak menerima dividen tunai.

Payment Date merupakan tanggal pembayaran dividen tunai via cek atau transfer. Saat pembayaran dividen pada tanggal ini akan dilakukan pencatatan pengeluaran kas perusahaan untuk pembayaran utang dividen.

  • Dividen Saham

dividen juga dapat dibagikan dalam bentuk saham. Jika perusahaan membagikan dividen jenis ini, maka jumlah saham yang dimiliki pemilik akan bertambah.

Pembagian dividen saham ini tidak mengubah kapitalisasi pasar karena cara pembagiannya mirip seperti stock split dimana pembayaran dividen saham dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi nilai dari tiap-tiap saham.

  • Dividen Properti

merupakan pembayaran dividen melalui asset/aktiva selain kas. Ini dilakukan oleh perusahaan karena perusahaan terkadang mengalami kekurangan kas untuk membayar dividen tunai.

Metode ini jarang dilakukan karena selain rumit, cara ini juga tidak begitu disukai oleh pemegang saham.

  • Dividen Skrip

pembayaran dividen dengan metode ini dilakukan melalui surat janji hutang oleh perusahaan kepada pemegang saham.

Perusahaan melalui surat tersebut menyatakan bahwa di waktu yang akan datang akan membayar dividen dengan jumlah tertentu kepada para pemegang saham.

Dengan dikeluarkannya dividen skrip ini, secara otomatis perusahaan mengakui adanya hutang baru dan hutang ini juga perlu dicatat di neraca.

Dan juga, dividen jenis ini biasanya juga dikenai bunga, sehingga perusahaan juga harus membayar bunga hingga hutang tersebut dibayarkan kepada pemegang saham.

  • Dividen Likuidasi

Sesuai dengan namanya, likuidasi merupakan bentuk pembubaran/kebangkrutan perusahaan, sehingga jika ada perusahaan yang melakukan pembayaran dividen likuidasi, sebenarnya itu hanyalah pengembalian modal yang dilakukan oleh perusahaan kepada pemegang saham.

Jika pembayaran dividen ini dilakukan karena perusahaan mengalami kebangkrutan, maka pembagian ini tidak mencerminkan kinerja perusahaan yang baik.

Pembayaran inipun dilakukan jika perusahaan masih memiliki kekayaan (sisa kekayaan setelah digunakan untuk membayar hutang-hutangnya). Jika tidak ada sisa maka pemegang saham tidak akan mendapatkan apapun alias zonk.

Syarat-Syarat Dividen Saham

Perusahaan yang ingin membagikan dividen namun tidak memiliki dana kas yang mencukupi, tidak serta-merta bisa membagikan dividen begitu saja. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

1. Saldo Laba Ditahan Mencukupi

Sama seperti dividen tunai, pembayaran dividen saham juga berasal dari laba ditahan perusahaan. Bedanya, divide saham mengeluarkan uang tunai untuk dibayarkan kepada pemegang saham.

Sedangkan dividen tunai menggunakan kas, tidak ada arus kas keluar. Yang ada hanya perpindahan akun laba ditahan perusahaan menjadi modal (ekuitas saham).

2. Disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Sama bersama dividen tunai, pembayaran dalam bentuk dividen saham harus memperoleh persetujuan berdasarkan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

3. Harga Teoritis Saham Sesuai bersama Peraturan yang Ada

Di Indonesia, ada Bursa Efek Indonesia yg mengatur penerbitan saham baru atau perusahaan yang akan membagikan dividen saham. Manurut anggaran bursa yg ada, harga teoritis saham hasil berdasarkan adanya penambahan saham baru paling tidak memiliki nilai Rp 100.

Kecuali perusahaan bisa membagikan keyakinan kepada bursa efek bahwa jikalau perusahaan tidak membagika dividen saham bisa berpengaruh buruk terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

Dari definisi-definisi diatas sudah jelas bahwa yang dimaksud dengan dividen adalah pembagian laba perusahaan, kemudian laba tersebut dibagikan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegangnya.

Misalkan anda memiliki saham 10%, maka disini anda akan mendapatkan bagian 10% dari total dividen yang dibagikan.

Dalam proses pembagiannya ini, dividen tidak hanya dapat dibagian secara tunai saja, tapi juga bisa dibagikan melalui saham, properti, skrip dan juga likuidasi. Untuk itu demikianlah informasi diatas, semoga ulasan ini bermanfaat bagi pembaca.