Mengenal Lebih Dalam Tentang Perdagangan Internasional

Perdagangan merupakan sesuatu hal yang penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Kegiatan perdagangan suatu negara merupakan suatu indikasi dari tingkat kemakmuran masyarakatnya dan menjadi tolak ukur tingkat perekonomian negara tersebut. Dari hal ini bisa dikatakan bahwa perdagangan merupakan urat nadi perekonomian suatu negara.

Melalui perdagangan pula suatu negara bisa menjalin hubungan diplomatik dengan negara tetangga sehingga secara tidak langsung perdagangan juga berhubungan erat dengan dunia politik. Perdagangan sendiri memiliki banyak jenis, salah satunya adalah perdagangan internasioanal. Apa itu perdagangan internasional? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ikuti artikel di bawah ini. Let’s go….

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan jenis perdagangan antara dua negara yang berlandaskan perjanjian yang kuat. Perjanjian itu hadir dari adanya kesepakatan bersama dari negara yang bersangkutan. Bentuk dari perdagangan bermacam-macam. Ada yang individual, hingga non individual seperti misalnya perusahaan atau pemerintahan.

Sebenarnya perdagangan internasional sudah dimulai sejak masa kuno, yakni ribuan tahun sebelum Masehi. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya suatu peninggalan barang buatan Sumeria di Mesir ataupun Babilonia yang ditemukan di pesisir laur tengah.

Itu menjadi bukti adanya pertukaran atau perdagangan yang terjadi antar kerajaan. Kemungkinan besar. Pada masa itu transaksi yang ada dilakukan dengan cara barter atau bertukar. Berbeda dengan hari ini yang menggunakan nilai uang. Meski beberapa pada masa itu sudah ada yang memakai mata yang dari perak ataupun logam.

Hubungan ekonomi antar negara tersebut meliputi tiga bentuk hubungan, diantaranya:

  1. Pertukaran hasil atau output dari sebuah negara dengan negara lain, atau yang kita kenal dengan perdagangan internasional
  2. Hubungan dalam bentuk hutang piutang antar negara
  3. Pertukaran atau aliran produksi atau sarana produksi

Salah satu tujuan perdagangan internasional adalah untuk meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) atau total nilai produksi barang dan jasa di dalam suatu negara selama satu tahun. Dampak yang ditimbulkan dari perdagangan internasional dapat dirasakan dari segi kepentingan sosial, politik dan ekonomi untuk membantu mendorong kemajuan industrialisasi, transportasi, globalisasi dan hadirnya perusahaan multinasional.

Teori Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

Adanya perdagangan Internasional tidak hanya bermanfaat di bidang ekonomi saja, melainkan bermanfaat juga untuk bidang lainnya misalnya sosial, politik, dan pertahanan keamanan. Beberapa teori perdagangan Internasional di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Teori Keunggulan Mutlak / Absolut Advantage (Adam Smith)

Teori ini menjadi salah satu teori perdagangan internasional yang paling dikenal. Teori yang dikemukakan oleh Adam Smith ini menyatakan bahwa keuntungan mutlak merupakan keuntungan yang didapatkan oleh sebuah negara karena berhasil membuat biaya produksi barang dengan harga yang lebih murah dari negara lain.

Dalam teori ini, jika biaya produksi antar negara tidak berbeda, maka perdagangan internasional tidak ada alasan untuk dapat melangsungkan perdagangan tersebut.

  • Teori Keunggulan Komparatif / Comparative Advantage ( David Ricardo)

Teori yang dikembangkan oleh Davis Ricardo pada tahun 1817 ini lebih melihat pada keuntungan dan kerugian perdagangan Internasional dengan perbandingan relatif. Sampai sekarang pun keunggulan komparatif masih dijadikan dasar dalam melakukan perdagangan Internasional.

Oleh karena itu, teori ini juga disebut juga sebagai teori modern perdagangan Internasional. Meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan mutlak dibandingkan dengan negara lain dalam memproduksi barang tertentu, namun perdagangan Internasional antar negara yang saling menguntungkan tetap masih bisa dilakukan.

Namun dengan catatan, negara tersebut melakukan spesialisasi terhadap produksi barang yang mempunyai harga lebih kecil dibandingkan dengan negara lain.

  • Teori Dari Pandangan Kaum Merkantilisme

Merkantilisme merupakan sebuah kelompok masyarakat yang memiliki ideologi kapitalisme komersial yang merupakan ciri-ciri ekonomi pasar. Dimana adanya politik pandangan terhadap kemakmuran sebuah negara adalah lebih tinggi dibandingkan dengan kemakmuram perseorangan.

Teori dari kaum merkantilisme berkembang pesat pada abad ke-16 dimana teori ini mengembangkan pada ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi yang mengusahakan jumlah ekspor harus lebih besar dari pada impor.

Kaum merkantilisme berpendapat bahwa salah satu cara membuat negara kaya adalah dengan melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan memperkecil impor. Surplus ekspor yang dihasilkan dalam bentuk aliran emas lantakan atau logam mulia, berupa emas dan perak. Dengan begini maka semakin banyak emas dan perak yang dimiliki sebuah negara maka akan semakin kaya dan kuat negara tersebut.

Dalam perdagangan internasional teori merkantilisme menitikberatkan kepada tujuan untuk memperbesar ekspor dibandingkan dengan impor serta kelebihan ekspor yang dapat dibayar dengan menggunakan logam mulia. Kebijakan lain dari teori ini adalah dengan melakukan monopoli perdagangan dalam memperoleh daerah jajahan untuk bisa memasarkan barang industri.

  • Teori Mazhab NeoKlasik

Teori ini merubah pandangan dan teori perdagangan Internasional bahwa pandangan ekonomi dan teori tidak lagi didasari oleh biaya produksi atau tenaga kerja. Namun sudah beralih ke tingkat kepuasan atau Marginal Utility. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mengungkapkan teori ekonomi. Dengan adanya perubahan terhadap pandangan ini juga merubah teori yang ada serta metodologinya.

  • Teori Permintaan Timbal Balik / Reciprocal Demand (John Stuart Mill)

Teori ini dikemukanan oleh JS Mill, sebenarnya munculnya teori ini adalah untuk melanjutkan teori dari teori komparatif Ricardo dimana mencari titik keseimbangan antara pertukaran barang antar dua negara dengan perbandingan pertukarannya atau dengan menentukan Dasar Tukar Dalam Negeri (DTD).

Teori ini lebih menekankan kepada kesembangan antara permintaan dan penawarannya, sebab permintaan dan penawaran merupakan penentu dalam menentukan jumlah barang yang akan diekspor dan diimpor simak juga ciri-ciri ekonomi konvensional .

Pada dasarnya teori ini tidak jauh berbeda dengan teori komparatif yang dikemukakan oleh Ricardo perbedaannya adalah penentuan Dasar Tukar Internasional (DTI). Menurut Ricardo perdagangan internasional akan mendapatkan keuntungan jika DTI 1:1. Sedangkan menurut Mill keuntungan dapat diperoleh tanpa harus DTI 1:1, asalkan perdagangan internasional dapat dilaksanakan oleh kedua belah pihak dan memberikan keuntungan yang sama.

J.S Mills menyimpulkan bahwa perdagangan internasional dapat bermanfaat bagi kedua belah negara jika terdapat perbedaan dalam rasio produksi dan konsumsi antar dua negara tersebut. Selain itu, jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang ekspor harus lebih kecil dibamdingkan untuk memproduksi barang impor. Maka negara otomotis akan diberi manfaat dari perdagangan internasional yang dilakukan.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Setelah mengetahui teori dan pengertian dari perdagangan internasional, Anda harus tahu juga mengenai faktor yang mempengaruhinya. Perdagangan tersebut tidak mungkin terjadi begitu saja. Pasti ada faktor pendorong perdagangan internasional yang timbul dari dorongan dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Berikut ini beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional:

  • Ketersediaan sumber daya alam.
  • Perbedaan faktor produksi.
  • Dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
  • Memperoleh keuntungan dari perdagangan antar negara.
  • Keinginan untuk memperluas pasar.
  • Keinginan melakukan kerjasama dengan negara lain.
  • Penguasaan Ilmu Pengetahuan & Teknologi.

Manfaat Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional memiliki beberapa manfaat di dalamnya, baik itu untuk Negara ataupun untuk rakyat secara umum. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari perdagangan internasional yang akan Anda peroleh.

  • Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negara sendiri

Masyarakat negara Indonesia dapat mengkonsumsi kurma walaupun tidak dapat tumbuh di Indonesia

  • Memperluas pasar sehingga meningkatkan efisiensi produksi

Dengan adanya perdagangan internasional maka pasar untuk barang yang diproduksi di suatu negara akan bertambah sehingga akan meningkatkan skala ekonomis sehingga biaya produksi semakin murah

  • Memperoleh keuntungan dari spesialisasi

Walau pun A negara dapat memproduksi barang X yang juga diproduksi di negara B, negara A dapat melakukan spesialisasi pada barang lain yang lebih efisien diproduksi dan mengimpor barang X dari negara B.

  • Sebagai sumber devisa negara

Adanya perdagangan internasional akan memberikan devisa pada negara yang menjual barang ke luar negeri. Devisa ini dapat digunakan untuk membeli barang dari luar negeri yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

  • Mendorong alih teknologi

Dengan melakukan perdagangan dengan negara maju, negara berkembang dapat mempelajari teknologi yang digunakan, sehingga mendorong peningkatan pengetahuan akan teknologi di negara berkembang.

Jenis Perdagangan Internasional

Ada beberapa jenis perdangan internasional yang dilakukan antar negara maupun sekelompok negara. Mengacu pada pengertian perdagangan internasional di atas, adapun beberapa jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Ekspor dan Impor

Bentuk perdagangan internasional yang paling sering dilakukan. Ada dua cara untuk melakukan ekspor, yaitu ekspor biasa (melalui ketentuan yang berlaku) dan ekspor tanpa L/C (barang boleh dikirim melalui izin departemen perdagangan).

  • Barter

Merupakan transaksi dengan saling menukarkan barang satu sama lain. Barter dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan nilai suatu barang, untuk kemudian dibayar kembali dengan barang yang memiliki nilai yang sesuai dan disepakati.

  • Konsinyasi

Konsinyasi adalah penjualan dengan pengiriman barang ke luar negeri dimana belum ada pembeli tertentu di luar negeri. Penjualannya dapat dilakukan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara lelang.

  • Package Deal

Merupakan kegiatan perdagangan internasional yang berguna untuk memperluas pasar suatu produk. Sistem ini dilakukan dengan cara membuat perjanjian dagang (trade agreement) dengan suatu negara. Isi perjanjian tersebut berupa ketetapan jumlah barang yang akan diekspor ke negera lain atau diimpor ke negara tertentu.

  • Border Brossing

Perdagangan yang timbul dari dua negara yang saling berdekatan untuk memudahkan penduduknya saling melakukan transaksi. Perdagangan internasional menjadi agenda penting dari suatu negara bukan hanya sekedar keuntungan komersial saja, namun juga dari segi kerja sama antar bangsa.

  • Sea Border Crossing

Perdagangan antarnegara yang melewati lintas batas laut. Sistem ini dilakukan oleh negara yang memiliki batas negara berupa laut dan dilakukan berdasarkan persetujuan dan ketentuan yang berlaku.

  • Overland Border Crossing

Perdagangan antarnegara yang melewati lintas batas darat. Sistem ini dilakukan oleh negara yang memiliki batas negara berupa daratan dan dilakukan berdasarkan persetujuan yang berlaku.

Dari artikel di atas dapat disimpulkah bahwa satu negara dengan negara lainnya itu saling membutuhkan. Dapat juga kita simpulkan bahwa perdagangan internasional tersebut merupakan hal yang bisa membangun pertumbuhan ekonomi suatu negara yang bisa menjamin kesejahteraan negara tesebut. Semoga artikel di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi Anda. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya. Terima kasih.